Laman

Kamis, 03 Mei 2012

PERANG KARENA LUPA

By Audij



“drrrrttt tetetetetetet!”
“Phiuuw!”
“Booom!!”
“Fhoooonngg!! Duar! Duar! Bom! Duar!
“terrrrrrkkkkkk… klung! Fhoh! Duar!”
“Aaarrghhh!!”
“Medis!!”

Begitulah suasana perang  dua kubu yang berlokasi dalam hutan sebagai perbatasan wilayah dua negara itu. Mereka berperang memperebutkan daerah terotorial yang strategis. Terjadi kekeliruan diantara peta mereka, dimana saling klaim bahwa inilah SDA mereka. sebut saja kedua negara itu Namaga dan Namjulan.

Tentara – tentara disana saling menembak sasaran maupun semak – semak kosong yang diduga persembunyian musuh. Pesta meriah itu memakan korban tak sedikit. Sangat beragam jenis kematiannya, yakni mati karena tertembak organ vital, mati massal kena lemparan granat, dan lebih parah lagi mati kepalanya pecah hingga otak dan gigi berceceran ditembak shotgun berdaya kuat. Perangkat perang Namaga lebih lengkap daripada Namjulam. Maka dari itu Namaga sangat cepat mendominasi pos – pos milik Namjulan.

“Medis!!” teriak serdadu Namjulan yang sedang mengikat tangan rekannya agar aliran darah berhenti. Di lain tempat pasukan Namaga masuk terus merangsek memukul mundur pasukan Namjulan. “Hiii haa!!” jerit seorang sersan tentara Namaga setelah berhasil menembak beberapa musuh yang tak lama lehernya tertembak dari jauh oleh sniper. “Sersan!! Sersan! Medis!!”. Serdadu itu menggotong badan komandannya yang terengah – engah lalu mati ditengah perjalanan. Untuk kali ini tentara Namaga berhasil menguasai beberapa pos milik Namjulan.

Suara bising dibalik pohon – pohon membuang burung – burung bertebaran. Beberapa hewan lari berantakan tak tentu arah mencari perlindungan. Ada rombongan babi terperosok kedalam parit yang dibuat tentara Namjulan. Dan banyak sekali binatang – binatang terkena ranjau buatan Namaga hingga badannya pecah berkoyak menjadi terpotong – potong serta jeroan yang berceceran. Asap, api, dan mayat mendadani hutan yang tadinya hijau nan tenang.  Perilaku kedua pihak menyerang membabi buta seolah mereka lupa apa itu manusia beradab.

Selain binatang yang disana, kondisi ini juga mengganggu pemukiman suku pedalaman. Seolah mereka ingin menghentikan peperangan itu. Namun siapa sangka, dibalik suasana yang mengganggu pemukiman mereka justru mendatangkan rejeki nomplok. Para suku itu yang juga kanibal selalu menggotong mayat – mayat serdadu yang gugur untuk disantap. Tak ada mayat yang tersisa di tanah itu, hanya tetesan – tetesan darah yang bercecer dan semakin samar – samar menjadi tetes – tetes jarang lalu menghilang. Dengan nyanyian khasnya para kanibal menggotong satu atau dua mayat dalam satu bilah bambu. 

Disisi lain, pasukan Namaga meminta bantuan, yang pihaknya mati secara massal ditembak senapan mesin gatling “Trrrrrtatatatatat” “wooo hoooo!!” teriak penembak itu. Korban yang dibantai layaknya nyamuk – nyamuk disemprot obat serangga. Beberapa menit kemudian, datanglah barisan tank menembaki si pembantai itu. “Trrrrkkk…” barisan tank dan panzer berjalan perlahan, stabil dan merontok pohon sekitar. “ngggiiiiiiik!” moncong menuju arah jam 3 lalu mengunci target dan “Fhoh! Duar!!” sekali tembak menghancurkan barisan senapan gatling didepannya serta menewaskan para pembantai. Pasukan Namjulan lari terkencing – kencing terpisah dari rombongan. Informan sekarat digotong oleh para ahli medis. Mereka mengobati serdadu yang terluka secara sembunyi – sembunyi. Serbuk obat ditebarkan ke betis informan itu yang penuh darah segar mengucur deras. Kemudian ditutup dengan kain.

Tak jauh disitu, pemegang bazooka memanjat pohon melindunginya dari tank dan panzer. “Trrrrrkkkkkkk…”suara berasal  arah berjauhan, kendaraan ganas terus mengincar pasukan yang tersisa. Langsung saja bazooka diberi mesiu, dan menembak dari barisan yang paling belakang. “Phiiiwwwwww boom!!” satu tembakan terkena salah satu tank terbelakang hingga barisan menjadi berantakan. Ada lagi seorang serdadu nekat memasang bom TMT kebadan salah satu tank. Sekian detik kemudian usai memasang, serdadu lari dan berlindung “Duarr!!” badan tank pecah berkeping – keping sampai yang tersisa hanyalah rongsokan berasap hitam dan potongan badan serta jeroan operator tank.

Pasukan Namjulan semakin melemah akibat serangan tank bertubi – tubi. Terpaksa para medis meninggalkan informan lalu ikut mengangkat senjata menembak tentara Namaga yang luar biasa banyak. beberapa saat kemudian datanglah tank Namjulan untuk mengimbangi kekuatan. Para ahli medis merasa aman dan kembali membawa informan tadi. Namun, sekilas mata memandang, para ahli medis kehilangan pasien yang sudah keburu digotong suku kanibal disana.

Dalam hutan yang lebat dan gelap, para serdadu beserta saorang jendral Namjulan berjalan hati – hati menghindari ranjau. Disisi lain jauh dari lokasi itu, ada penembak jitu atau disebut sniper, mengeker arah ke kepala Jendral itu. “Door!! phiiiw!” “jeb! Bruiiighs!” tepat pelor menancap kepala jendral dan hancur bagai semangka pecah dipukul godam. Sekumpulan tentara jadi kaget dan mengambil posisi siap menyerang. Beberapa dari mereka menginjak ranjau “Booom!!!” anggota badan terpotong – potong berisi darah serta jeroan. Peristiwa itu disambut oleh para suku kanibal yang mengambil bagian – bagian tubuh para serdadu berceceran untuk disantap saat menggelar pesta.

Belum lagi diudara, untuk mengantisipasi datangnya pesawat pengebom, pesawat penembak Namaga mondar – mandir diudara. Ada juga beberapa pesawat menembak mati tentara Namjulan yang tersisa. “Phiww! Phiww! Phiww! Boom!! Duar!!”. Ledakan beruntun menewaskan tentara Namaga maupun beberapa suku kanibal dibawahnya. Pesawat pengebom Namjulan berdatangan dari Selatan. Perang udara terjadi, pesawat Namaga terbang memotong lintasan dan berhasil menembak beberapa pesawat pengebom. Dibalas lagi tembakan pesawat dari Namjulan. Peperangan semakin sengit. Satu pesawat Namaga jatuh terpesorok ke pusat pemukiman suku pedalaman ini. Akhir perang udara itu dimenangkan lagi oleh Namaga. Tapi terlambat, mayat – mayat serdadu Namaga sudah banyak bergeletakkan akibat bom dari pesawat Namjulan. Sisanya lari kocar – kacir entah kemana. Kali ini tentara Namaga lah berperang melawan pasukan kanibal ganas. Satu – persatu tewas terkena panah beracun. Begitu juga dengan sniper Namaga yang mati duluan terkena panah ketika mengeker para suku ganas.

Di pusat pemukiman, para suku kanibal penasaran dengan kehadiran burung besar itu. mereka tidak bisa menggigit tubuhnya karena terbuat dari baja. Yang lebih aneh lagi otaknya berbentuk seperti manusia (Pilot pesawat Namaga). Akhirnya para kanibal menggotongnya menuju kerangkeng.

 Perang masih belum usai, masih banyak tank – tank berkeliaran dan pesawat mondar – mandir diudara. Suku kanibal yang masih punya ambisi lapar, memanah dan menombak satu tank berkali – kali. Tapi tidak mempan, dibalaslah satu tembakan “Duar!!”. Sebagian mati dan yang lain lari kocar – kacir menghindari tank yang kian mengganas. Demikian dengan pesawat, tidak mempan dipanah maupun dilempar katapel besar, dibalas tembakan beruntun dengan bonus bom “trrrrrrrrrrrtatatatat! Phiw… Boom! Duar!!”. Para suku kanibal mati dengan korban lebih banyak. untuk sementara suku pedalaman itu mundur dari pertempuran dan berunding di pusat pemukiman.

Hasilnya mereka punya akal untuk mengalahkan kedua jenis mesin ganas itu. Para kanibal memasang terpal tali putri dibalik jurang. Sementara itu, mereka memasang tali tambang ditiap anak panah.

Perang dimulai dihari kedua, para suku kanibal membiarkan kedua pihak berperang, setelah itu yang menang mereka habisi. Disitu beberapa tank Namaga tersisa dipancing suku kanibal menuju terpal. “Ayo kita bermain – main!” kata salah satu operator tank. Sampai diterpal, suku ganas masuk dan bergelayutan dibalik itu, sedangkan beberapa tank yang mengejar satu – persatu terperosok kedalam jurang lalu hancur berkeping – keeping. Pada perang udara, beberapa suku ganas memanah baling – baling pasawat yang tersisa, lalu ramai – ramai menarik jatuh pesawat perang yang kusut baling – balingnya akibat kena tambang. Tak ada pihak yang menang dari peperangan itu, kecuali suku ganas si penjaga alam.

Malam itu mereka berpesta, menggotong mayat – mayat serdadu untuk dimasak. Dalam satu panci terdapat dua tentara hidup yang sadar dari pingsannya. Mereka berasal dari dua negara yang bertikai tadi. Awalnya mereka berdua menikmati air hangat didalam bak.

“Zzh dmzjmxb adqdmczk chrhmr…(Aah enaknya berendam disini)” kata pilot Namaga.
“Joj ejb bjs ibohbu zboh lvuvohhv – uvohhv! (ini dia air hangat yang kutunggu – tunggu!)” sambung informan Namjulan.

Tiba – tiba pilot itu kaget karena sadar kehadiran musuh disampingnya. “Are you Namjulanesh!? (Apa kau orang Namjulan)” tanya pilot itu. “Yes.. “ jawabnya singkat sembari melihat sekilas si penanya itu. Beberapa saat informan itu kaget ada tentara Namaga disisi kirinya. Tiba – tiba informan Namjulan mencekik leher pilot Namagan sembari berteriak “Hey! Namagan!! I’ll kill you!!”. Informan itu terus mencekik dan menenggelamkan kepala pilot ke dalam air hangat yang semakin panas. Tetapi pilot Namaga berhasil berkelit lalu mengunci informan itu sembari berkata “No matter we are Namagan or Namjulanesh, we are brother! More than 400 years ago our kingdom colonized by two colonial states. Until our got independent, we built two different countries . And now, we are war for fuckin trivial problem (teriority area)!” kata pilot itu panjang lebar, kebetulan ia tahu tentang sejarah negerinya  yang hilang.

Informan hanya menatap seolah tak percaya. Air semakin panas menjadi 800 celcius, mereka kepanasan. Kedua tentara itu sadar akan direbus, dari telepati persaudaraan mereka akhirnya bekerja sama berusaha keluar dari panci itu, namun tidak berhasil. Kini takdir kematian menanti mereka. “Did you know who are they?” sambung pilot itu sembari menunjuk para suku kanibal. “Yes, I know, they are cannibals..” jawab Informan. “No, they are also our brother! We are one ancestor.”kata pilot dengan nada semangat tinggi.

“why they want to kill us?” Tanya informan. “maybe the are forget the history too..” Jawab pilot itu dengan nada pelan. Tak lama kemudian para kanibal itu tahu bahwa makanan yang direbus masih hidup. Mereka kemudian memanah dan menombak kedua serdadu hingga mati. Dan menutup panci rebusan agar makanan cepat matang.


Kamis, 19 April 2012

PASIEN PERTAMA

Cipt. Audij

dr. Zul, membuka praktek di rumahnya. Baru pertamakali ia memberanikan diri membuka praktek kedokteran, padahal pengalaman di bidang medis masih terbilang amatir. Setelah 15 hari vakum, kali ini ada pasien pertama datang ke rumah prakteknya. dr. Zul jadi senang campur gugup, dengan cara jalannya yang percaya diri ia langsung menemui pasien itu.

“Permisi.. apakah disini tempat praktek dokter? kata temanku disini bagus buat ngobatin penyakit looh hehehehe..” Katanya yang sembari nyengir.

Dilihat dari fisiknya, dia terlihat bodoh. Pasien itu tidak tahu kalau dia yang pertama kali datang. Namun dr. Zul tetap tenang dan mempersilahkan dia masuk.
“Silahkan duduk pak..” sapa Zul.
“Snif.. snif…”
“Kita mulai saja ya pak. Jadi keluhan anda apa pak? Flu? Pilek?”
“Anu, bukan itu pak dokter, dari semalam hidung saya cuma mampet sampai sekarang. Jadi kalau nafas susah lewat hidung. Akhirnya saya nafas lewat mulut dok. Bisa repot kan kalau sambil makan atau ngomong hehehehehe…” kata pasien itu.

dr. Zul mengerenyit dahi mendengar keluhan yang sepele itu, lantas ia berusaha tersenyum dan menjawab, “Ooh jadi cuma itu, tenang nanti saya ambilkan obatnya..”

“Terimakasih ya dok heheheehehehehehe…”

Beberapa menit kemudian, dr. Zul memberikan sebuah balsam dalam bentuk stik yang khusus bagi yang hidungnya mampat. “Coba bapak sedot ini dengan hidung yang mampat.” Perintahnya. Pasien itu tanpa babibu langsung mengikuti aturannya “Sroooooot!!”, setelah itu sembuhlah dia dari penyakitnya.

Pasien itu senang dan puas dari sistem pengobatannya. “hahaha makasih pak dokter! Kalau terus – terusan mampat, bisa kering ni jigong hehehehehehe.”. Dokter Zul menganggut dengan senyuman yang samar – samar sekali – kali menggaruk kepala karena bingung. “Jadi biayanya berapa pak dokter?” katanya dengan riang. “Seikhlasnya aja pak.” Jawab dr, Zul pelan sembari mengusap keringat didahi

“ya sudah ini Rp2000 buat uang rokok, hehehehehehe suskses ya dok! Hehehehe ”

Dengan langkah panjang, orang yang telah sembuh itu bernyanyi – nyanyi gembira. Diruang prakteknya, dr. Zul dari tatapan kosong memegang stik balsam seraya berkata dalam hati “Betapa mudahnya menolong dia”. Walaupun begitu, ini bukan soal, yang penting dia sudah melakukan pekerjaan dokter yakni mengobati orang yang sakit dan tetap bangga dengan itu. itulah dr Zul!

Sabtu, 14 April 2012

Misi Berhasil, Misi Gagal

Suatu peristiwa ST mengirim barang bawaan dengan kendaraan truk tua yang setia mengarungi jalanan selama 20 tahun. Seperti biasa didalamnya ada beberapa botol minuman yang akan dikirim ke toko – toko atau warung sekitar.

Ditengah jalan suasana cukup heboh. Sirine meraung tanda polisi sibuk mengejar penjahat. Sang penjahat dikejar karena menembak seseorang. Ia lari mengendarai motor rampasan. Hingga terjadi tabrakan, dan motor itu rusak. Penjahat lalu berlari dan meraih badan truk yang dikendarai ST.

Dalam keadaan panik, ST membelok menuking tajam kanan – kiri menghindari tembakan polisi sekaligus menjatuhkan penjahat yang merepotkan itu. Suasana semakin tegang ketika penjahat meraih telinga pintu truk, tiba – tiba badannya masuk melalui jendela truk.

Sambil menunjukkan identitas diri bahwa ia adalah seorang detektif, si penjahat lalu menodongkan pistol ke ST. Supir truk pun yang kesal karena membutuhkan truk juga, mau tak mau melawan. Tangan penjahat yang memegang pistol dipelintir dan dimasukkan ke lubang setir. ST yang berbadan besar dengan mudah menaklukan si penjahat itu.

Diruang introgasi, tanpa disadari ternyata penjahatnya adalah seorang agen rahasia. Tetapi ini belum berakhir. Tanpa sengaja seorang polisi yang iseng mencubit pipi penjahat itu. Kemudian sesuatu yang sangat mengejutkan! Kulit tiruan robek, akibatnya ketahuan juga bahwa ia adalah orang asing bekerja sebagai agen rahasia yang sudah lama memata – matai Negara ini. Misi gagal.

Akhirnya ST yang terburu – buru setelah menjadi saksi, walau agak terlambat ia mengantarkan kiriman itu ke warung atau took sekitar. Misi berhasil.

Senin, 09 April 2012

Soal karakter, aku pilih Komik

Aku suka membuat komik. Karena dengan komik aku bebas menggambar karakter apapun. Mereka hanyalah bidak yang menuruti tuannya. Tak ada protes dari raut wajah mereka. Jika dibandingkan film, komik lebih mudah kalau soal karakter, ya tinggal gambar.

Kalau dibandingkan novel, karakter hanya bisa dideskripsikan oleh kata - kata, seolah pembaca antar pembaca yang lain pasti beda menggambarkan karakter itu. Walaupun sedetail - detailnya karakter yang dijelaskan dalam novel. Selain itu aku lebih suka menggambar daripada merangkai kata - kata.

Sekali pembaca melihat karakter komik, maka pembaca antar pembaca lain pasti merekam karakter sejenis yang ada diotak mereka. Kalaupun sutradara memfilmkan dari komik, pastinya rancangan karakter tinggal dilihat saja.Itulah mengapa aku memilih komik.

Sabtu, 31 Maret 2012

tentang Bob Sadino

Bob Sadino adalah tokoh pengusaha unik. Beliau telah menemukan cara tersendiri dalam menjalankan bisnisnya yang kini sudah menjadi tiga pilar besar yakni; Kemchick, Kemfarm, dan Kemfruit. Memiliki ribuan anak buah yang dianggap anaknya. Penampilannya sederhana berkemeja putih dan celana pendek jeans. Dari kata "GOBLOK" akhirnya aku sadar bahwa harus mengosongkan pikiran, biar ilmu gampang masuk. Ya daripada banyak cincong ini dia komik tentang perjalanan bisnis Om Bob yang cukup selembar namun berarti.


Jomblo itu enak?

siapapun yang punya pacar itu kadang ngiri melihat orang jomblo begitupun yang jomblo sebaliknya.

Asal kalian tahu saja ane yang sendirinya lama menjomblo sebenarnya ngiri. Tapi untuk sementara ku manfaatkan kejombloanku untuk sekian dan sekian.

Ane selalu mengambil sisi +jomblo dan -pacaran.
Entah kenapa naluri ane maunya single giliran dikenalin cewek.
Yaa dari situ mungkin ane tipe PEMILIH... hmmm
ada benernya juga menurut tipe jomblo.

Udah ah, yang penting kalo rasanya pahit ya dimanis - manisin

Rabu, 28 Maret 2012

PROKRASTINASI MENURUT BOLA MATA AUDIJ

Saya terlalu lama menggiring segunung sampah – sampah rencana ke TPA(besok, mungkin lusa). Sekarang saya sadar kalau bicara soal impian semu, itu sama saja lullaby. Kata “NANTI”, adalah pil candu penenang bersifat menipu. Ibarat rayuan judi, proses merugi berlangsung beruntun. Mataku memang ada dua, tapi memiliki satu arah. Mungkinkah gravitasi menarikku hingga membuat linglung? Pastinya saya takkan pernah mencapai sasaran. Betapa banyaknya sesuatu itu MENARIK atau ASYIK yang sulit dialihkan. Memiliki sedikit sasaran bukan masalah, beda dengan banyak sasaran yang akan mencegat di kemudian hari. Jangan lupa, ASYIK takkan pernah habis memanja – memanjakan. Mau tahu apa yang telah dijelaskan dari uraian diatas? Yap, PROKRASTINASI! Sifat menunda – nunda pekerjaan. Saya pun berusaha menendangnya jauh – jauh sifat itu. Berikut caranya berdasarkan pengalaman pribadi:

LEBIH ASYIK dan LEBIH BOSAN
A = Asyik, H = Harus, B = Bosan. Kalau ketiganya ada, otomatis sudah memiliki nama masing – masing. Kalau hanya ada A dan H, maka H bisa saja jadi B. Sedangkan, dua itu adalah H dan B, saya yakin H akan menjadi A. Kesimpulannya adalah sembunyikanlah A hingga membuat H tampak menjadi A. HARUS akan menjadi ASYIK kalau hanya dibandingkan dengan BOSAN.

Menyatukan kepribadian ganda
Prokrastinator memiliki dua kepribadian yakni BOS AMBISIUS dan ANAK BUAH MANJA. Kita memerankan keduanya bukan satu. Ada waktunya peran itu dipakai. Awalnya sebagai BOS AMBISIUS, memiliki rencana diatas kewajaran hingga tak menyadari kemampuan ANAK BUAH MANJA. Kita sebagai BOS AMBISIUS akan menghukumnya jika tugas tidak dilaksanakan. Tetapi pada saat waktunya tiba, peran itu berganti menjadi ANAK BUAH MANJA. Dimana kita tidak melaksanakan tugas itu secara efektif. Bahkan, ANAK BUAH MANJA merobek – robek kesepakatan yang dibuat BOS AMBISIUS. Dan sintingnya lagi ANAK BUAH MANJA menuntut Asyik yang tak sebanding dengan hasil usahanya (dimata BOS AMBISIUS). Begitu pula dengan BOS AMBISIUS memberi perintah segudang dan sangat yakin itu akan rampung (sebelum kita berperan sebagai ANAK BUAH MANJA). Itulah kepribadiannya. Untuk menghilangkannya adalah, menjadi BOS BIJAK dan ANAK BUAH TEGAR. Seperti mengukur kemampuan ANAK BUAH disaat menjadi BOS. Dan bertanggung jawab menyelesaikan tugas disaat menjadi ANAK BUAH.

Bagaimana? Mudah bukan! Tapi belum tentu semudah itu setelah anda beranjak dari artikel ini. Sebagai manusia saya juga mohon maaf kalau ada kekurangan. Semoga ini cukup membantu. TANCAP!! Audij