Angin membawa pesan bahwa Tuhan bukan dalang. Ini murni, karena setiap lakon adalah peran utama. Mereka berkata tanpa skenario, menari tanpa koreografi, berekspresi tanpa akting. Merekalah lakonnya dan merekalah dalangnya yang kala menjadi kisah baik atau buruk. Relasi berbaur dengan sendirinya. momen tak pernah putus. Latar berganti. Bisa horizontal maupun vertikal.
Kamis, 02 Mei 2013
Asal tulis (blom selesai)
Tak pernah semarah gila sebelum melihat kalian menyebrang fakultas. Ingin tidur di Mushola atau mungkin di perpus untuk melupakan fatamorgana. fuuuuuuh. Kesenangan ini datang pas semua orang belum tahu cantiknya bumbu kacang diantara mereka. Apalagi yang disebrang maupun mas disana sudah punya konsentrasi. Entah bagaimana bumbu kacang lebih cantik daripada Mayonaise.
Sekarang aku tahu
Sekarang aku tahu mengapa lukisan abstrak bisa dibilang bagus. Karena kamu...
Minggu, 14 April 2013
Aku Tak Sempat lagi
Kepada gulingku tersayang, kini abang sempat menemanimu hanya akhir pekan. Kesibukan ini membikin betapa pentingnya berbagi denganmu. Keheningan lalu adalah pemborosan, tapi kata om John malah penting bahkan kata Romo bisa disebut proses.
Senang rasanya menyempatkan diri mengetik ungkapan ini. Tak peduli kata mereka pokoknya kini kau sangat penting bagiku. Maaf atas keheningan itu. Abang sayang engkau adinda guling. Cintaku kini menderang menanda aku disana.
peluk cium
Audij
Senang rasanya menyempatkan diri mengetik ungkapan ini. Tak peduli kata mereka pokoknya kini kau sangat penting bagiku. Maaf atas keheningan itu. Abang sayang engkau adinda guling. Cintaku kini menderang menanda aku disana.
peluk cium
Audij
Jumat, 12 April 2013
Cambuk Diri dengan Karya Sendiri
Sudah berapa lama ya kita tak bersua? Aku senang bisa disini kembali.
Maksudku disini ingin mencurahkan tentang mencambuk diri yakni memperlihatkan akibat. Kadang ketika tahu tentang kesalahan, namun kesalahan itu jadi waras, bahkan keren. Aku tak ingin terlena dalam jebakan tersebut. Ingin rasanya kubuat cerita tentang akibat yang adil. Kepasifan ini akan menangkap makna mu. Tangan gatal tak bisa diam menggores diatas media. Memang benar mereka yang sinting mendidikku jadi baik dan aman agar tidak ikutan sinting. MARAH! Mengapa jadi begini? Anomali nasihat baik dari sinting! Takdirku menjadi orang layu namun kalian tidak pernah tahu selain diriku layu. Kubuat cerita yang kumau dan tak peduli saran kewajaran sinting keparat. Aku tidak peduli dengan semuanya. Oke kalau Sinting mendidik menjadi tak sinting, tapi aku lebih nurut sama cerita ku daripada kalian. Aku berkarya menuturkan ceritera sebab-akibat yang kumau, karakter yang kumau, tema yang kumau, dan apapun. Ini bukan idealis yang sempurna ini mau seadanya yang semau-maunya
Maksudku disini ingin mencurahkan tentang mencambuk diri yakni memperlihatkan akibat. Kadang ketika tahu tentang kesalahan, namun kesalahan itu jadi waras, bahkan keren. Aku tak ingin terlena dalam jebakan tersebut. Ingin rasanya kubuat cerita tentang akibat yang adil. Kepasifan ini akan menangkap makna mu. Tangan gatal tak bisa diam menggores diatas media. Memang benar mereka yang sinting mendidikku jadi baik dan aman agar tidak ikutan sinting. MARAH! Mengapa jadi begini? Anomali nasihat baik dari sinting! Takdirku menjadi orang layu namun kalian tidak pernah tahu selain diriku layu. Kubuat cerita yang kumau dan tak peduli saran kewajaran sinting keparat. Aku tidak peduli dengan semuanya. Oke kalau Sinting mendidik menjadi tak sinting, tapi aku lebih nurut sama cerita ku daripada kalian. Aku berkarya menuturkan ceritera sebab-akibat yang kumau, karakter yang kumau, tema yang kumau, dan apapun. Ini bukan idealis yang sempurna ini mau seadanya yang semau-maunya
Kamis, 11 Oktober 2012
Jumat, 20 Juli 2012
Sepanjang Bulan Ramadhan
Assalamualaikum.
Alhamdullilah, akhirnya aku bisa menyambut bulan suci Ramadhan. melaksanakan kewajiban Shaum selama kurang lebih 13 jam setiap hari. Aku menahan segala lapar, haus, dan hawa nafsu. Untuk mengadaptasi sistem akan kuubah, seperti; praktek gambar anatomi diganti menjadi hanya menggambar ladscape, pantang menonton TV selama dibawah jam 5 (apalagi banyak iklan sirup dan eskrim), dan main sama ponakan yang kecil - kecil. Adapun kegiatan yang kuisi dengan hal bermanfaat seperti; membersihkan rumah, bantu bikin kue (jelang lebaran), silahturahmi dll. Semoga tahun ini menjadi lebih baik dari yang kemarin.
Alhamdullilah, akhirnya aku bisa menyambut bulan suci Ramadhan. melaksanakan kewajiban Shaum selama kurang lebih 13 jam setiap hari. Aku menahan segala lapar, haus, dan hawa nafsu. Untuk mengadaptasi sistem akan kuubah, seperti; praktek gambar anatomi diganti menjadi hanya menggambar ladscape, pantang menonton TV selama dibawah jam 5 (apalagi banyak iklan sirup dan eskrim), dan main sama ponakan yang kecil - kecil. Adapun kegiatan yang kuisi dengan hal bermanfaat seperti; membersihkan rumah, bantu bikin kue (jelang lebaran), silahturahmi dll. Semoga tahun ini menjadi lebih baik dari yang kemarin.
Rabu, 16 Mei 2012
Kerja Enak dan Pelajaran Kimia
Soal masa SMA ku yang unik ini, aku akan menceritakan masa - masa kelas satu SMA dan pelajaran Kimia. Awalnya aku senang dan bertanya - tanya tentang Kimia. Aku senang karena cuma baru dapat mata pelajaran baru layaknya mendapat mata pelajaran Sosiologi. Pas pertama kali, kami disuruh menghapal nama - nama zat pada tabel Kimia. Kuhafalkan itu dengan senang hati. Namun, berlum selesai menghafal bagian A, otakku mulai bebal. Susahnya menghafal zat materi. Itulah awalnya aku kesulitan mengerjakan Kimia.
Tiap ulangan nilai Kimiaku selalu jeblok. Berapa kalipun aku belajar, namun tetap saja isinya bebal. Aku pernah dapat nilai 0 pas ulangan Kimia. Hari - hari semakin berganti, bab demi bab kulewati demikian. Segala Redox, Neutron, Proton, terngiang sebentar.
Saat ulangan, Nilaiku parah yakni dapat nilai kira - kira 30-an. Untung guruku memberi kesempatan buat memperbaiki nilai Kimiaku. Saat itu aku yang sangat bebal mengerjakan Soal - soal Kimia yang pilihan ganda beserta penjelasannya. Dari jam 9 malam sampai jam 3 pagi PR remedial sudah selesai. Pagi itu dalam keadaan suntuk, aku menyerahkan tugas ke guru.
Nah, suatu ketika, usai ulangan mid semester Kimia, nilaiku juga jeblok. Beberapa teman - temanku juga jeblok nilainya. akhirnya kami yang nyaris satu angkatan remedial ditempat masing - masing. Rata - rata nilai mereka 60-an, jauh sekali dari nilaiku yang lumayan parah. Menjelang remedial, aku diajarkan rumus - rumus dan aneka angka, huruf, beserta garis yang serabutan. Tapi hari itu guruku sibuk dan belum sempat melayani kami yang dapat giliran. Rasanya ada tegang dan senang. Aku pergi kekantin beli batagor sebelum pulang. Akhirnya remedial dilanjutkan dengan cara lisan. Untung pelajarannya gampang tinggal sebut Alkena, Alkana, Alkali segala tetek - bengek tentang gituan.
Saat itu baru ulangan kenaikan kelas. Jelas nilaiku selalu jeblok, tapi aku senang karena ini adalah remedial terakhir. Pada suatu kelas yang sepi jaraknya renggang hingga kalau dibuat nyontek susah, aku berusaha mati - matian mengerjakan soal Kimia itu dengan semangat. Sekitar 1 jam kemudian, kuserahkan beberapa soal sederhana ini ke guruku. Sebagian ada yang ompong - melompong diantara sisi kertas, dan beberapa noda hapusan. Tapi bagaimana selanjutnya, darisitu aku dapat nilai 70 yang seharusnya 60-an. Memang belum menjangkau nilainya yang seharusnya 75, tapi aku sangat gembira karena soal itu kuisi sendiri semua. Terimakasih bu guru.Akhir cerita, aku naik kelas 2 IPS, pelajarannya lumayan tapi tak sesusah dulu.
Begitulah pengalamanku masa kelas satu SMA tentang betapa manisnya kerjakeras enak. Hahahahahaha.. Semangat!
Tiap ulangan nilai Kimiaku selalu jeblok. Berapa kalipun aku belajar, namun tetap saja isinya bebal. Aku pernah dapat nilai 0 pas ulangan Kimia. Hari - hari semakin berganti, bab demi bab kulewati demikian. Segala Redox, Neutron, Proton, terngiang sebentar.
Saat ulangan, Nilaiku parah yakni dapat nilai kira - kira 30-an. Untung guruku memberi kesempatan buat memperbaiki nilai Kimiaku. Saat itu aku yang sangat bebal mengerjakan Soal - soal Kimia yang pilihan ganda beserta penjelasannya. Dari jam 9 malam sampai jam 3 pagi PR remedial sudah selesai. Pagi itu dalam keadaan suntuk, aku menyerahkan tugas ke guru.
Nah, suatu ketika, usai ulangan mid semester Kimia, nilaiku juga jeblok. Beberapa teman - temanku juga jeblok nilainya. akhirnya kami yang nyaris satu angkatan remedial ditempat masing - masing. Rata - rata nilai mereka 60-an, jauh sekali dari nilaiku yang lumayan parah. Menjelang remedial, aku diajarkan rumus - rumus dan aneka angka, huruf, beserta garis yang serabutan. Tapi hari itu guruku sibuk dan belum sempat melayani kami yang dapat giliran. Rasanya ada tegang dan senang. Aku pergi kekantin beli batagor sebelum pulang. Akhirnya remedial dilanjutkan dengan cara lisan. Untung pelajarannya gampang tinggal sebut Alkena, Alkana, Alkali segala tetek - bengek tentang gituan.
Saat itu baru ulangan kenaikan kelas. Jelas nilaiku selalu jeblok, tapi aku senang karena ini adalah remedial terakhir. Pada suatu kelas yang sepi jaraknya renggang hingga kalau dibuat nyontek susah, aku berusaha mati - matian mengerjakan soal Kimia itu dengan semangat. Sekitar 1 jam kemudian, kuserahkan beberapa soal sederhana ini ke guruku. Sebagian ada yang ompong - melompong diantara sisi kertas, dan beberapa noda hapusan. Tapi bagaimana selanjutnya, darisitu aku dapat nilai 70 yang seharusnya 60-an. Memang belum menjangkau nilainya yang seharusnya 75, tapi aku sangat gembira karena soal itu kuisi sendiri semua. Terimakasih bu guru.Akhir cerita, aku naik kelas 2 IPS, pelajarannya lumayan tapi tak sesusah dulu.
Begitulah pengalamanku masa kelas satu SMA tentang betapa manisnya kerja
Langganan:
Postingan (Atom)